Oksigen, Segelas Kopi dan Sebatang Rokok


Di Dalam kampus paling pojok, dikelilngi pohon-pohon berdaun lebat dan rindang, berlimpah ruah kolaborasi klorofil dan sinar matahari yang menghasilkan berjuta-juta kubig oksigen bebas, beratap genteng dan bertiang kayu mahoni yang sudah lapuk, Gazebo tua, itulah BUNDARAN Undar Jombang, Tempat yang melegenda tak dilupakan oleh para aktivis kampus.

Pagi menjelang  siang Gazebo tua  itu telah berjubel macam manusia, dari mahasiswa, wartawan, aktivis, paranormal, makelar bahkan sales alat rumah tangga juga nongol disitu untuk sekedar seruput kopi atau  menuangkan ide dan gagasan.

Seorang pria paruh baya, beruban, berpakaian setelan hem kotak-kotak dan celana kain, bersandal japit ” Guk Chip” menyuguhkan kopi hitam,  sudah berpuluh-puluh tahun menjadi tokoh center, trade mark, bahkan nyawa kampus yang lima tahun ini mati suri akibat dualisme yang tak kunjung berakhir.

Bundaran yang sudah tua dimakan usia menjadi saksi KejayaanUniversitas. Kini tampak gedung-gedung yang tak berpenghuni, ranting dan daun berserakan, sisa lumpur dan genangan air akibat sistem irigasi yang cacat. Baliho  raksasa berwarna-warni mempertontonkan ketidak harmonisan para pemimpin Universitas.

Kopi hitam dan rokok keretek tinggal setengah, matahari membumbung tinggi saatnya beranjak pergi melanjutkan aktivitas hidup….

~ by kecoakmelet on February 11, 2012.

2 Responses to “Oksigen, Segelas Kopi dan Sebatang Rokok”

  1. boleh,,,-boleh,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: